Jam dinding tepat menunjukkan pukul 01:00 WIB. Apakah saat kamu membuka blog ini jam dindingmu juga menunjukkan waktu yang sama? kalau iya, jangan - jangan kita ... #bercanda
Well, Jam dinding tepat menunjukkan pukul 01:00 malam tapi waktu yang sebenarnya masih lebih awal setengah jam. Dikamar yang cukup rapi ini, hanya saja tumpukkan baju yang masih belum sempat dilipat, Aisya duduk menghadap laptop dan lumayan merasa terganggu dengan baju - baju yang terabaikan itu, namun ia tetap menulis cerita tentang kisah kasihnya di blog.
Sedikit perkenalan, Aisya adalah mahasiswi semester akhir yang seharusnya sedang sibuk menulis skripsi malah sibuk menulis kisah cinta - cintaannya di blog, mungkin ia merasa kisah cintanya itu akan berakhir disemester ini pula, karena dia salah satu korban cinlok, dan seperti kuliahnya yang akan berakhir, kisah cinloknyapun akan berakhir. Dia adalah orang yang selalu belajar untuk tepat waktu saat kuliah, janjian, atau pergi kerja karena itu jangan pernah bertanya jam ke dia karena ......
A: "Ai, aku harus kerja ni jam 2, jadi aku gak bisa lama, by the way uda jam berapa ya?"
Aisya : "Jam 2 lewat 5 menit sih."
A: "WHAT!!!" (kesedek,batuk-batuk)
Aisya: "Eh, tenang dulu jangan buru - buru, jam aku cepat setengah jam kok!"
Pepatah mengatakan "berakit - rakit ke hulu, berenang - renang ke tepian. Bersakit - sakit dahulu, bersenang - senang kemudian tapi sama dia diubah menjadi bersenang - senang dahulu, bersakit - sakit kemudian." karena itu banyak tugas kuliah yang numpuk dan dikerjakan saat deadlinenya tinggal 1 malam lagi. Begitu juga sebelum UAS dia lebih memilih untuk liburan dulu bersama konco - konconya.
Tapi sejauh ini dia berusaha untuk lebih baik dalam menghargai waktu karena pengalaman telah mengajarinya. Seperti pengalamanya pada hari Jumat 1 November 2013, yang harus mengalami kecelakaan motor hanya karena hampir terlambat masuk kuliah. Diapun berjanji itu adalah kecelakaannya yang terakhir akibat kebodohannya, setelah berapa kali kecelakaan akhirnya ia memutuskan untuk berhenti kecelakaan lagi.
Kecelakaan lainnya sudah ia lupakan sejak lama dan hanya kecelakaan itu yang tak ingin dia lupakaan karena pangerannya datang untuk menolong dan menemaninya hingga dia benar - benar pulih. Sungguh, kecelakaan yang membahagiakan baginya.
1 jam telah berlalu, ia masih semangat memindahkan jari - jarinya mengetik huruf demi huruf di atas keyboard sambil mendengar lagu - lagu korea yang mellow. Terkadang ia berhenti sejenak lalu memegang mouse dan men-scroll up untuk membaca ulang tulisan - tulisannya di blog.........
"Aku tidak perduli tulisan ini akan dibaca oleh banyak orang atau tidak, tapi jujur aku sangat berharap kamu membacanya, karena setiap cerita di blog aku adalah tentang kamu."
"Aku tidak perduli bahwa sebenarnya banyak cerita yang lebih layak untuk diceritakan, tapi aku hanya ingin menulis tentang kisah cinta ini, tentang kamu, tentang kerapuhan aku menjelang perpisahan. Aku ingin mengungkapkan semuanya disini, aku ingin meluapkan semua emosi aku disini, aku ingin menangis saat menulis tentang kisah ini, berharap bahwa aku bisa lega setiap aku selesai menuliskan cerita demi cerita tentang kebahagiaan dan luka."
"Disinilah aku mengaku bahwa aku sangat sedih, bahwa aku sangat rapuh, dan kamu tidak akan melihat sisiku ini saat bertatap muka denganku. kau akan tetap mengira bahwa aku orang yang kuat, ceria, semangat, bahkan aku akan melanjutkan studi aku diluar negeri, itu anggapanmu kan? yah, aku pun sebenarnya ingin seperti itu, tapi nyatanya, semakin hari begitu terasa berat untuk kujalani, karena aku sadar, hadirmu dihari - hariku, sangatlah berarti. Hadirmu bagaikan bintang, bintang dihatiku yang s'lalu bersinar dan aku tak ingin ia redup, aku tak ingin ia pergi."
Begitulah kenangan - kenangan mengikat manusia, bahkan kenanganlah yang bisa menghapus segala mimpi menuju masa depan, membelenggu penciptanya hingga tak ingin melangkah jauh dari kenangan itu.
To be continued
Well, Jam dinding tepat menunjukkan pukul 01:00 malam tapi waktu yang sebenarnya masih lebih awal setengah jam. Dikamar yang cukup rapi ini, hanya saja tumpukkan baju yang masih belum sempat dilipat, Aisya duduk menghadap laptop dan lumayan merasa terganggu dengan baju - baju yang terabaikan itu, namun ia tetap menulis cerita tentang kisah kasihnya di blog.
Sedikit perkenalan, Aisya adalah mahasiswi semester akhir yang seharusnya sedang sibuk menulis skripsi malah sibuk menulis kisah cinta - cintaannya di blog, mungkin ia merasa kisah cintanya itu akan berakhir disemester ini pula, karena dia salah satu korban cinlok, dan seperti kuliahnya yang akan berakhir, kisah cinloknyapun akan berakhir. Dia adalah orang yang selalu belajar untuk tepat waktu saat kuliah, janjian, atau pergi kerja karena itu jangan pernah bertanya jam ke dia karena ......
A: "Ai, aku harus kerja ni jam 2, jadi aku gak bisa lama, by the way uda jam berapa ya?"
Aisya : "Jam 2 lewat 5 menit sih."
A: "WHAT!!!" (kesedek,batuk-batuk)
Aisya: "Eh, tenang dulu jangan buru - buru, jam aku cepat setengah jam kok!"
Pepatah mengatakan "berakit - rakit ke hulu, berenang - renang ke tepian. Bersakit - sakit dahulu, bersenang - senang kemudian tapi sama dia diubah menjadi bersenang - senang dahulu, bersakit - sakit kemudian." karena itu banyak tugas kuliah yang numpuk dan dikerjakan saat deadlinenya tinggal 1 malam lagi. Begitu juga sebelum UAS dia lebih memilih untuk liburan dulu bersama konco - konconya.
Tapi sejauh ini dia berusaha untuk lebih baik dalam menghargai waktu karena pengalaman telah mengajarinya. Seperti pengalamanya pada hari Jumat 1 November 2013, yang harus mengalami kecelakaan motor hanya karena hampir terlambat masuk kuliah. Diapun berjanji itu adalah kecelakaannya yang terakhir akibat kebodohannya, setelah berapa kali kecelakaan akhirnya ia memutuskan untuk berhenti kecelakaan lagi.
Kecelakaan lainnya sudah ia lupakan sejak lama dan hanya kecelakaan itu yang tak ingin dia lupakaan karena pangerannya datang untuk menolong dan menemaninya hingga dia benar - benar pulih. Sungguh, kecelakaan yang membahagiakan baginya.
1 jam telah berlalu, ia masih semangat memindahkan jari - jarinya mengetik huruf demi huruf di atas keyboard sambil mendengar lagu - lagu korea yang mellow. Terkadang ia berhenti sejenak lalu memegang mouse dan men-scroll up untuk membaca ulang tulisan - tulisannya di blog.........
"Aku tidak perduli tulisan ini akan dibaca oleh banyak orang atau tidak, tapi jujur aku sangat berharap kamu membacanya, karena setiap cerita di blog aku adalah tentang kamu."
"Aku tidak perduli bahwa sebenarnya banyak cerita yang lebih layak untuk diceritakan, tapi aku hanya ingin menulis tentang kisah cinta ini, tentang kamu, tentang kerapuhan aku menjelang perpisahan. Aku ingin mengungkapkan semuanya disini, aku ingin meluapkan semua emosi aku disini, aku ingin menangis saat menulis tentang kisah ini, berharap bahwa aku bisa lega setiap aku selesai menuliskan cerita demi cerita tentang kebahagiaan dan luka."
"Disinilah aku mengaku bahwa aku sangat sedih, bahwa aku sangat rapuh, dan kamu tidak akan melihat sisiku ini saat bertatap muka denganku. kau akan tetap mengira bahwa aku orang yang kuat, ceria, semangat, bahkan aku akan melanjutkan studi aku diluar negeri, itu anggapanmu kan? yah, aku pun sebenarnya ingin seperti itu, tapi nyatanya, semakin hari begitu terasa berat untuk kujalani, karena aku sadar, hadirmu dihari - hariku, sangatlah berarti. Hadirmu bagaikan bintang, bintang dihatiku yang s'lalu bersinar dan aku tak ingin ia redup, aku tak ingin ia pergi."
Begitulah kenangan - kenangan mengikat manusia, bahkan kenanganlah yang bisa menghapus segala mimpi menuju masa depan, membelenggu penciptanya hingga tak ingin melangkah jauh dari kenangan itu.
To be continued
