Ada banyak pria yang dekat dengan Aisyah, salah satu diantara mereka ada yang senantiasa selalu bersama Aisyah saat senang maupun sedih. Dia serius menjalin hubungan dengan Aisyah bahkah dia ingin menjadi imam untuk Aisyah. Dia sudah ada untuk Aisyah sebelum dan sesudah perpisahan Aisyah dan Dimas. Hanya saja cinta itu rumit. Serumit...
Pernahkah, dikala kamu terjatuh dan kamu sangat butuh dia (orang yang selalu ada untuk kamu) lalu kalian pun bertemu, duduk berhadapan namun kamu malah seperti melihat seseorang yang lain yang duduk dihadapanmu saat itu dan terus mengingatnya, disepanjang kebersamaan kalian berdua? faktanya memang seseorang yang lain itu masih ada dihatimu dan hanya ada dia, namun disisi lain untuk orang yang selalu ada buat kamu walaupun kamu menepik dugaan bahwa kamu mencintainya, faktanya kamu butuh dia, dan terkadang kamu merindukanya.
Pertayaan besar: Siapa yang sebenarnya kamu cinta?
Problem itu sudah dialami oleh Aisyah lebih dari 3 tahun, dengan kata lain 2 pria itu sudah mengisi hari - hari Aisyah lebih dari 3 tahun lamanya dan hanya merekalah yang sering timbul di benaknya. Hingga pada suatu hari,
"Ai, Insya Allah dalam waktu dekat ini aku akan melamarmu." ucap Wahyu di sore tu.
"kita kan sudah lumayan lama pacaran, orang tua aku dan kamu juga sudah berapa kali jalan bareng. yah, uda bisa dibilang kloplah, mereka juga merestui kita bersama kan" jelas Wahyu kepada Aisyah yang terlihat amat shock.
Wajah Aisyah terlihat sangat kaget, matanya yang sendu berubah terbelalak dengan spontan dan nafasnya terhenti sejenak. Baru saja ia terbayang akan kenangan - kenangan Indah bersama Dimas dan berharap Dimaslah yang saat ini duduk dihadapannya. Apakah saat ini hatinya sudah harus menghapus Dimas? Karena memang seharusnya ini dilakukan sejak dulu mengingat bahwa perbedaan agama tidak akan membawa mereka ke pernikahan. Tapi apakah dengan cara ini?
"Ai? ini bukan kabar buruk kan? tanya Wahyu khawatir.
"Bukan kok yu', aku kaget karena gak pernah ada satupun orang yang bicara seperti ini, dan aku bahagia bahwa kamu orang pertama yang mengatakannya." jawab Aisyah.
Mungkin itu terlihat seperti kebohongan yang indah, tapi sebenarnya Aisyahpun tidak tahu itu bohong atau itu yang sebenarnya ia rasakan, karena baginya Wahyu adalah satu - satunya yang setia disaat orang yang ia cintai pergi, dia adalah orang yang tulus dan mencintai Aisyah dengan cara yang indah, selain itu dia juga orang yang baik, dan nyaris tidak memiliki kekurangan, ditambah lagi orang tua Aisyah mempercayainya untuk menjaga anak semata wayangnya ini.
Hanya saja sedikit keraguan kecil dibenak Aisyah terhadap Wahyu, karena tiba - tiba hati kecilya berbisik bahwa ia merindukan Dimas saat ini.
Pernahkah, dikala kamu terjatuh dan kamu sangat butuh dia (orang yang selalu ada untuk kamu) lalu kalian pun bertemu, duduk berhadapan namun kamu malah seperti melihat seseorang yang lain yang duduk dihadapanmu saat itu dan terus mengingatnya, disepanjang kebersamaan kalian berdua? faktanya memang seseorang yang lain itu masih ada dihatimu dan hanya ada dia, namun disisi lain untuk orang yang selalu ada buat kamu walaupun kamu menepik dugaan bahwa kamu mencintainya, faktanya kamu butuh dia, dan terkadang kamu merindukanya.
Pertayaan besar: Siapa yang sebenarnya kamu cinta?
Problem itu sudah dialami oleh Aisyah lebih dari 3 tahun, dengan kata lain 2 pria itu sudah mengisi hari - hari Aisyah lebih dari 3 tahun lamanya dan hanya merekalah yang sering timbul di benaknya. Hingga pada suatu hari,
"Ai, Insya Allah dalam waktu dekat ini aku akan melamarmu." ucap Wahyu di sore tu.
"kita kan sudah lumayan lama pacaran, orang tua aku dan kamu juga sudah berapa kali jalan bareng. yah, uda bisa dibilang kloplah, mereka juga merestui kita bersama kan" jelas Wahyu kepada Aisyah yang terlihat amat shock.
Wajah Aisyah terlihat sangat kaget, matanya yang sendu berubah terbelalak dengan spontan dan nafasnya terhenti sejenak. Baru saja ia terbayang akan kenangan - kenangan Indah bersama Dimas dan berharap Dimaslah yang saat ini duduk dihadapannya. Apakah saat ini hatinya sudah harus menghapus Dimas? Karena memang seharusnya ini dilakukan sejak dulu mengingat bahwa perbedaan agama tidak akan membawa mereka ke pernikahan. Tapi apakah dengan cara ini?
"Ai? ini bukan kabar buruk kan? tanya Wahyu khawatir.
"Bukan kok yu', aku kaget karena gak pernah ada satupun orang yang bicara seperti ini, dan aku bahagia bahwa kamu orang pertama yang mengatakannya." jawab Aisyah.
Mungkin itu terlihat seperti kebohongan yang indah, tapi sebenarnya Aisyahpun tidak tahu itu bohong atau itu yang sebenarnya ia rasakan, karena baginya Wahyu adalah satu - satunya yang setia disaat orang yang ia cintai pergi, dia adalah orang yang tulus dan mencintai Aisyah dengan cara yang indah, selain itu dia juga orang yang baik, dan nyaris tidak memiliki kekurangan, ditambah lagi orang tua Aisyah mempercayainya untuk menjaga anak semata wayangnya ini.
Hanya saja sedikit keraguan kecil dibenak Aisyah terhadap Wahyu, karena tiba - tiba hati kecilya berbisik bahwa ia merindukan Dimas saat ini.
No comments:
Post a Comment