Deruan suara ombak terdengar sangat kencang, angin malam begitu dingin menusuk hingga ke tulang - tulangku, badan ini merengkuk diatas pasir yang beralaskan tikar, namun tangan ini merasa sangat hangat saat ia menggenggam jemariku.
Tangannya menggenggam jemariku begitu erat, aku tak mampu untuk menahan senyum dan membuka mataku. Tuhan, aku merasakan kasihnya yang tulus, terpancar dari tatapan matanya yang masih terjaga melihatku. Saat ini, aku merasa hanya ada dia, aku, dan sang malam. Aku tak lagi menghiraukan keberadaan teman - teman yang lainnya. aku ingin tetap tidur disampingnya.
aku merasakan lagi jari - jarinya yang indah menggenggam erat jemariku, tak lama jari - jari yang indah itu membelai rambutku dengan perlahan, detak jantungku mulai berdetak lebih kencang. Apakah ini yang aku inginkan? dia menyentuh wajahku, detak jantungku semakin berdebar, nafasku menjadi tidak normal, seperti sedang lari maraton. Lalu, ibu jarinya menyentuh bibirku. Apakah jantungku mulai copot? Aku takut untuk membuka mata, ia pun pasti tau bahwa aku masih terjaga, dan menyadari semuanya. tiba - tiba telinga ini mendengar suara, nyanyian? Dia bernyanyi untukku?
"Ku ingin kau milikku.. Oh baby I'll take you to the sky, forever you and I, you and I.. Dan kita, kan s'lalu bersama, cintaku selamanya jika kamu milikku, milikku..."
Dia membuat hatiku tersenyum. Jarikupun menyentuh bibirnya dengan lembut, aku berharap ia segera tidur. Dia membuatku tenang malam ini, suaranya begitu indah dan lembut, aku bahagia malam ini. Aku akan segera bermimpi indah, bermimpi tentangnya.
Dia, wanita yang sangat rumit dan baginya mungkin akupun begitu. terkadang dihadapanku, dia begitu ceria dan bisa menjadi peri dihatiku, seperti saat ini. Aku sangat ingin terus bersamanya, dengan dia yang seperti ini dengan lagu yang ia suka, seakan lagu itu adalah ungkapan perasaannya terhadapku.
Dia tak segan menunjukkan bahwa dia sangat mencintaiku membuatku tersenyum bahagia. Namun, ada kalanya dia menjadi begitu dingin, meskipun dia bersikap seperti itu karena aku yang sering bersikap dingin. Walau begitu, saat - saat itulah yang membuat aku merindukannya, karena jangankan untuk tersenyum, untuk melihat ke arahku saja tidak. Tapi, satu hal yang aku tahu setiap kali dia bersikap dingin, dia sangat merindukanku. Seringkali perasaanku dibuat jungkir balik, jatuh bangun, karena sikapnya, tak lama dia mengabaikanku, tiba - tiba saja, dia mengirim pesan dengan sangat manis ditengah malam, mengungkapkan betapa ia merindukanku.
Terlepas dari semua kenangan itu, malam ini, aku tak bisa berbuat banyak, aku tak bisa menjanjikan apa - apa kepadanya, aku hanya mengalir seperti air, tak punya pendirian atas kisah ini. Akhir - akhir ini, diapun sering terlihat rapuh karena perpisahan yang tak lama lagi. aku tak ingin melihat dia sedih, tapi aku tidak tahu yang harus aku lakukan. Andai dia tahu akupun tak ingin dia pergi.
Lagu indah bermakna cinta yang bahagia inipun akan terdengar sangat menyedihkan dikala lagu ini sedang diputar di cafe atau ditempat - tempat lain atau ada tetanggaku nanti yang memutar lagu ini, karena aku tahu, saat itu dia sudah tak didekatku lagi. Aku t'lah pergi ke kota lain, cerita tentangnya dan kampusku akan berakhir begitu saja, dan kelak kondisi baru yang nanti dihadapi akan merubah perasaan aku maupun dia menjadi tak berbekas.
Tangannya menggenggam jemariku begitu erat, aku tak mampu untuk menahan senyum dan membuka mataku. Tuhan, aku merasakan kasihnya yang tulus, terpancar dari tatapan matanya yang masih terjaga melihatku. Saat ini, aku merasa hanya ada dia, aku, dan sang malam. Aku tak lagi menghiraukan keberadaan teman - teman yang lainnya. aku ingin tetap tidur disampingnya.
aku merasakan lagi jari - jarinya yang indah menggenggam erat jemariku, tak lama jari - jari yang indah itu membelai rambutku dengan perlahan, detak jantungku mulai berdetak lebih kencang. Apakah ini yang aku inginkan? dia menyentuh wajahku, detak jantungku semakin berdebar, nafasku menjadi tidak normal, seperti sedang lari maraton. Lalu, ibu jarinya menyentuh bibirku. Apakah jantungku mulai copot? Aku takut untuk membuka mata, ia pun pasti tau bahwa aku masih terjaga, dan menyadari semuanya. tiba - tiba telinga ini mendengar suara, nyanyian? Dia bernyanyi untukku?
"Ku ingin kau milikku.. Oh baby I'll take you to the sky, forever you and I, you and I.. Dan kita, kan s'lalu bersama, cintaku selamanya jika kamu milikku, milikku..."
Dia membuat hatiku tersenyum. Jarikupun menyentuh bibirnya dengan lembut, aku berharap ia segera tidur. Dia membuatku tenang malam ini, suaranya begitu indah dan lembut, aku bahagia malam ini. Aku akan segera bermimpi indah, bermimpi tentangnya.
Dia, wanita yang sangat rumit dan baginya mungkin akupun begitu. terkadang dihadapanku, dia begitu ceria dan bisa menjadi peri dihatiku, seperti saat ini. Aku sangat ingin terus bersamanya, dengan dia yang seperti ini dengan lagu yang ia suka, seakan lagu itu adalah ungkapan perasaannya terhadapku.
Dia tak segan menunjukkan bahwa dia sangat mencintaiku membuatku tersenyum bahagia. Namun, ada kalanya dia menjadi begitu dingin, meskipun dia bersikap seperti itu karena aku yang sering bersikap dingin. Walau begitu, saat - saat itulah yang membuat aku merindukannya, karena jangankan untuk tersenyum, untuk melihat ke arahku saja tidak. Tapi, satu hal yang aku tahu setiap kali dia bersikap dingin, dia sangat merindukanku. Seringkali perasaanku dibuat jungkir balik, jatuh bangun, karena sikapnya, tak lama dia mengabaikanku, tiba - tiba saja, dia mengirim pesan dengan sangat manis ditengah malam, mengungkapkan betapa ia merindukanku.
Terlepas dari semua kenangan itu, malam ini, aku tak bisa berbuat banyak, aku tak bisa menjanjikan apa - apa kepadanya, aku hanya mengalir seperti air, tak punya pendirian atas kisah ini. Akhir - akhir ini, diapun sering terlihat rapuh karena perpisahan yang tak lama lagi. aku tak ingin melihat dia sedih, tapi aku tidak tahu yang harus aku lakukan. Andai dia tahu akupun tak ingin dia pergi.
Lagu indah bermakna cinta yang bahagia inipun akan terdengar sangat menyedihkan dikala lagu ini sedang diputar di cafe atau ditempat - tempat lain atau ada tetanggaku nanti yang memutar lagu ini, karena aku tahu, saat itu dia sudah tak didekatku lagi. Aku t'lah pergi ke kota lain, cerita tentangnya dan kampusku akan berakhir begitu saja, dan kelak kondisi baru yang nanti dihadapi akan merubah perasaan aku maupun dia menjadi tak berbekas.
No comments:
Post a Comment